Jumat, 02 Januari 2009

MATI DI PELUKAN KEKASIH

Aku pulang dach.Dach …….(saat pulang dari labing). Baru di depan pintu rumah terdengar suara ayah dan ibu yang sepertinya sedang berkelahi . tapi aku dengar kata-kata cerai dari mulut ibuku. (saat aku masuk ) Daimond ibu mau nanya sama kamu , kamu pilih ibu / ayah ??? bu, maksud ibu apa ? begini nak ibu tidak tahan lagi dengan kelakuan ayahmu, ibu memilih untuk pisah. Daimond kamu ikut sama ayah ,sama ibu , ayah ,ibu ibu .stop!!! ayah sama ibu sama aja !!! kalian berdua egois! (aku berlari menuju pantai ) (saat di pantai aku menangis sejadi –jadinya) oh… lebih baik aku meninggalkan duniaku ini (aku berjalan menujuh ke tengah laut). Dan tiba-tiba aku tenggelam namun ada seseorang yang menarik tangan ku dan menolong ku. Aku sudah hampir pingsan . hey… kau mau cari mati ya??? Kenapa kau menolongku , kenapa kau tak biarkan saja aku tenggelam biar beban di hidupku ini musnah, tidak ada lagi air mata yang membebani mataku tidak ada lagi tangisan yang mengganjal dadaku ,tidak ada lagi yang ……….
Sudah-sudah aku mengerti perasaan mu .kalau kau mengerti kenapa tidak kau biarkan saja aku tenggelam .hey kau gila ya! Mana mungkin aku biarkan ada orang yang ingin menenggelamkan dirinya, aku ini masih waras !!! kenapa kau tidak menangis saja?? menangis? Kau suruh aku untuk menangis aku malu, pada dunia. Kenpa kau harus malu? Semua orang itu ada waktunya untuk menangis. Hey kau baru dibilang seperti itu sudah menangis! Aku benci dengan kehidupanku. Aku benci dengan semua ini? Berteriaklah ayo kau bisa? A………………………… ayo lebih keras lagi. Aku benci dengan semua ini. Aku benci aku benci ………. …….. aku tidak tahan dengan semua ini. (aku mengendap air mataku). Hey matamu sembab. O ya? Ya masih ada yang menganjal dihatimu masih ada air mata yang membasai matamu? (aku menggeleng)tnaks ya. (dia menganggukan kepala) eh…. Sudah malam kau tidak pulang??? Sebentar lagi, tdak baik wanita malam-malam diluar rumah. Kalau kau tidak ingin menemaniku ya sudah pulang saja. (aku tidak apa-apa sendirian disini). Ok aku temani kamu. Hey ayo pulang. Kau sudah ingin pulang?ya. arahmu kemana? Situ (menunjuk kearah kanan) arahmu sendiri (menunjuk kearah kiri). Ya sudah dach. Dach. (ditengah perjalanan kami berhenti). Hey nama kamu siapa? Diamond kau sendiri? Jason. Jason, besok sorekesini lagi ya. Tentu. Jason, hem?? Tnaks ya. Sama-sama ( keesokan sorenya aku sudah ada dilau). Hey…. Aku kira kau tidak dating. Dia hanya menyengir kuda. Diamond bagaimana kalau kita main gendong-gendongan? Starnya disini dan finishnya di batu besar sana, ok.!! (Kami suit). Ya aku menang. (ternyata dia kebanyakan kalah) kami berlari-lari. Hah……. Ternyata lelah juga ya. Hem… (tiba-tiba darah mengalir dari hidungku). Hey, hidungmu kenapa?? Aku memegangi sekitar hidungku. Oh, ini hanya mimisan biasa.
Apa kau bilang, ini biasa? Apa kau sudah periksa ke dokter?? Sudahlah tidak usah di pikirkan ini hanya mimisan biasa. Tapi………………………… eh…….. aku pulang dulu ya sudah malam dach. Hey…… Daimond kau marah? (aku mengelengkan kepala) kau ingin pulang biasanya kau sampai larut malam?? Aku hanya ingin pulang aku mengantuk. Oh… ya sudah. Aku kira penyakit ini sudah sembuh ternyata belum sama sekali, ya memang penyakit ini sudah aku alami sejak aku TK. Sampai saat ini belum ada obatnya aku tidak ingin ayah dan ibuku tau kalau aku mengidap penyakit leukemia. Biarlah penyakit ini aku dan tuhan yang tau. (diperjalanan aku menangis lalu aku berlari ke labing). Disana aku memesan minuman sebanyak-banyaknya. Lalu aku naik keatas panggung menari seindah mungkin. Ada seorang pria yang mendekatiku dan berusaha
memelukku namun, ada lelaki yang menarik pundak pria tersebut dan…. Jelebuk satu kepalan melayang karah pria tersebut laki-laki itu menarik tanganku turun dari atas panggung dan membawaku keluar labing. Aku marah dalam keadaan mabuk aku maki dia. Hey…….. pria sialan apa kau tidak liat apa aku sedang senang-senang didalam sana. Apa kau bilang kau senang? Didalam sana kau memfoya-foyakan uangmu, demi kesenangan yang sebenarnya tidak bermanfaat untuk mu. Tidak usah menasehatiku. Aku bisa menjaga diriku sendiri. (lalu aku berlari dia berteriak)hey Daimond apa kau tidak kasihan dengan ayah-ibumu?? (dia mendekatiku) lalu aku bilang hey tidak usah ikut campur urusan keluarga orang!! Kau itu tidak tau kehidupanku sebenarnya.lo mau tau kenapa gue seneng di sini ? karena disini gak ada beban di hidup gue ,gue bisa nangis se mau gue tanpa ada yang tau .lo itu )gak usah pahlawan kesengsaraan . gue benci –gue benci (sambil memukul dadanya ) sama lo ( aku berlari ) tiba –tiba (dari belakang dan memeluk ku dan berkata ) lo jangan sedih gue ada sama lo ,ada di samping lo (gue balik memeluk dia) 1minggu berlalu kami tidak pernah bertemu , karena penyakit itu kambuh lagi .(keesokan hari nya aku ke pantai )hey …dari mana saja kamu tidak kelihatan ?aku di rumah (kepalaku bersender di dadanya). Jason apa benar kau akan selalu ada di sampingku? Ya …tentu , kenapa kau bertanya seperti itu ? tidak-tidak papah tiba –tiba aku memeluknya dan dia membalas memelukku . lagi-lagi darah menetes dari hidungku tatapan ku hitam ,gelap dan…..(dia sedikit melepaskan ku dia melihat tetesen darah itu dia mencoba untuk membersihkan nya dia berkata Daimond kenapa bisa seperti ini ?) (aku hanya diam)


JASON YOU MY FIRST LOVE
I LOVE JASON DAIMOND , YOU MY FIRST LOVE FOREVER .

TATAPAN KU GELAP DAN ………. SEMUA INI BERAKHIR . DOIMOND…...........
I LOVE YOU I LOVE YOU


KARANGAN : ROSA WULAN DARI
KELAS : 7C SMP N 2 LAHAT

Tidak ada komentar: